Tips Open House agar Rumah Laku Terjual

Tips mengadakan Open House dapat dipelajari dan praktikkan di rumah yang ingin dijual karena mungkin sesuai dengan kondisi lingkungan rumah Anda. Beberapa orang mengadakan Open House dengan tujuan yang berbeda-beda. Open House bisa diartikan sebagai membuka rumah selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin bertemu dan berkomunikasi dengan sang pemilik rumah. Namun, kita semua tentu lebih mengenal Open House saat merayakan Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya. Padahal, Open House bukan hanya dilakukan setahun sekali saat perayaan besar, tetapi juga bisa dilakukan tiap minggu di akhir pekan. Pasalnya, rumah tempat Open House berlangsung merupakan tempat tinggal seorang yang terpandang atau tokoh terkenal. Mereka melakukan Open House seperti itu, untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat yang datang perihal apapun, seperti kesehaan, politik, bisnis, dan lain sebagai. Berikut akan disampaikan beberapa tips mengadakan Open House  yang nyaman dan aman untuk Anda.

harga rumah dijual

Open House yang dilakukan dengan baik akan dapat menentukan nilai jual rumah yang diinginkan.

Tentukan waktu yang tepat

Biasanya Open House dilakukan pada hari libur kerja atau akhir minggu dengan tujuan tidak mengganggu aktivitas pekerjaan sehari-hari. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menentukan hari dan jam berapa untuk melakukan Open House. Hal itu dikarenakan Anda juga mempunyai urusan sendiri yang bersifat personal atau pribadi, sehingga tidak boleh diganggu gugat. Open House yang dilakukan seminggu sekali, sebaiknya direncanakan terlebih dahulu apa saja yang nanti akan dibicarakan agar tidak terkesan bertele-tele saat Open House berlangsung.

Batasi waktunya

Dengan membatasi waktu untuk Open House, berarti Anda sudah merencanakan sejak awal bagaimana jalanya pertemuan ini. Hal ini sangat bermanfaat, apalagi Anda sebagai seorang tokoh terpandang dan kharismatik yang juga membutuhkan waktu untuk urusan pribadi atau dengan keluarga di rumah. Sebagai contoh, Open House dilakukan sejak pukul 8 pahi hingga 12 siang. Waktu yang sudah ditentukan tersebut jangan pernah dilanggar, apalagi Anda sebagai pemilik rumah.

Batasi tamu yang datang

Jangan hanya membatasi waktunya, tetapi tamu yang datang juga harus dibatasi. Bahkan, Anda bisa mengundangnya memalui SMS, telepon, atau cara yang lain. Dengan pembatasan seperti ini, Anda bisa menentukan jumlah hidangan yang nanti akan disajikan untuk tamu Open House. Tidak ada salahnya Anda melakukan hal ini. Tamu yang dibatasi dan kelewat banyak hanya akan menyusahkan Anda sebagai pemilik rumah. Oleh karena itulah, pembatasan tamu merupakan salah satu tips  mengadakan Open House yang perlu Anda lakukan.

Tentukan ruangan untuk melakukan Open House

Anda bisa menggunakan ruang tamu. Agar lebih luas, beberapa perabotan seperti meja, kursi, dan almari dapat dipindahkan ke ruangan lain untuk sementara waktu. Selanjutnya, Anda cukup menggelar karpet atau matras sebagai alasan saat acara berlangsung. Meskipun duduknya lesehan, tetapi yang penting nilai atau hasil saat Open House dapat dipetik dan bermanfaat. Misalnya, Open House untuk membicarakan masalah bisnis antara Anda dengan para klien. Setelah selesai, dapat disepakati bersama beberapa hal terkait operasional bisnis yang dijalankan. Selain ruangan tamu, Anda dapat memanfaatkan teras rumah untuk mengadakan Open House. Namun, jangan memakai ruangan yang bersifat pribadi, seperti ruangan tengah dan ruangan keluarga(contoh: rumah dijual di pondok indah). Hal itu hanya akan menggangu privasi Anda.
Itulah beberapa tips mengadakan Open House di rumah yang bisa Anda praktikkan dan semoga bermanfaat. Perlu diingat bahwa Anda sebagai pemilik rumah mempunyai kekuasaan penuh untuk mengatur dan menentukan semua hal tentang kegiatan di dalamnya, seperti halnya Open House.