Ketahui Hal Penting Sebelum Ambil KPR

Kredit pemilikan rumah (KPR) dewasa ini menjadi pilihan banyak orang. Apalagi untuk perantau yang memutuskan tinggal jauh dari rumah asalnya. KPR dianggap terjangkau karena bisa dibayarkan setiap bulan. KPR dianggap lebih menguntungkan dibandingkan ngontrak rumah atau kos. Pasalnya, sama-sama membayar angsuran tiap bulan, namun jika KPR suatu saat rumah tersebut akan dimiliki secara pribadi.

kpr jual beli rumah kontrakan
Jika Anda sedang mencari KPR, ada beberapa hal yang harus diketahui. Jangan sampai diperdaya oleh penyedia jasa KPR. Pasalnya dewasa ini banyak sekali bank-bank swasta ataupun diluar itu, yang menawarkan KPR dengan harga bersaing.

Cari Tahu Asal-usul Penyedia Jasa KPR

Sebelum melakukan kesepakatan, cari tahu dulu asal-usul penyedia jasa. Jika bank atau pihak swasta cari tahu tentang kredibilitasnya. Informasi bisa diperoleh dari internet seperti situs jual beli rumah maupun menanyakan pada kawan-kawan Anda.
Mencari tahu tentang latar belakang mitra pengembangnya juga penting. Jangan sampai tertipu harga maupun kualitas bangunannya.

Bagaimana dengan Bunga KPR?

Bunga merupakan salah satu hal yang mesti diperhatikan ketika akan melakukan KPR. Biasanya, KPR pada bank-bank akan menetapkan bunga fixed rate (tetap) pada satu tahun pertama. Sedangkan pada tahun-tahun selanjutnya akan diberikan floating rate (bunga mengambang).
Jangan ragu menanyakan pada bank perkiraan bunga mengambang yang biasa terjadi. Kenaikannya bisa mencapai berapa persen. Apakah akan sama dengan besarnya bunga yang diberlakukan pada nasabah baru.
Menurut ahli, biasanya bunga KPR kenaikannya mencapai 8-9%. Dengan perhitungan bunga obligasi sebanyak 7-8%, sedangkan untuk bank sekitar 1,5-2,5%. Namun, ada juga yang menaikkan bunga hingga 13-14%.
Kenaikan bunga, sebenarnya juga bisa dipengaruhi oleh konsumen. Jika Anda bisa melakukan pembayaran tepat waktu, maka bank bisa memberikan kenaikan bunga yang relatif rendah. Pasalnya, Anda akan dianggap sebagai nasabah yang bisa dipercaya. Begitu juga sebaliknya, jika angsuran sering telat dan bermasalah, maka kenaikan bunga yang ditetapkan di kemudian hari bisa sangat tinggi.

Berapa Jangka Waktu Kredit Rumah?

Hal selanjutnya yang harus ditanyakan adalah jangka waktu kredit. Biasanya untuk KPR, jangka waktu pinjaman sekitar 10 tahun. Jangan sampai memilih KPR yang lebih dari 10 tahun. Selain Anda akan terlilit hutang semakin lama, kenaikan bunga juga harus diperhitungkan setelah 10 tahun tersebut.

Beli Rumah KPR Harus Ready Stock!

Jangan mau membeli KPR yang belum dibangun atau masih dalam gambar. Belilah KPR yang sudah siap huni. Pasalnya, KPR yang masih gambarnya saja bisa memakan waktu lama untuk pembangunan. Belum lagi risiko adanya biaya kontruksi yang harus dibebankan pada Anda.
Jangan terkecoh dengan bisa membangun rumah sesuai dengan selera Anda. Ini hanya akan menambah biaya yang tidak terprediksi.

Perhatikan Persyaratan dan Akad

Selanjutnya yang harus dipelajari dan dimengerti adalah persyaratan. Jangan sampai Anda tidak tahu benar apa saja syarat pembelian KPR tersebut. Ini supaya baik pihak pembeli dan penjual bisa mendapat hak dan memenuhi kewajibannya dengan baik.
Hasil perjanjian pun harus dipelajari. Jadi kapan waktu sertifikat diatasnamakan pribadi dan diberikan. Lalu soal peraturan daerah tentang jual beli tanah dan rumah.Semuanya harus diketahui oleh pembeli dengan baik.

Pilih KPR dengan Jaringan Luas

Sangat disarankan untuk memilih KPR dengan jaringan luas. Misalnya saja yang bekerja sama dengan bank di seluruh Indonesia. Ini supaya mempermudah Anda ketika akan melakukan angsuran.
Selain itu, jaringan luas juga memiliki kredibilitas yang tinggi. Jadi Kekeliruan atau saling merugikan antara kedua belah pihak bisa diminimalisir.