Waspada Kriminalitas di Balik Modus Pembelian Properti

Bagi Anda yang sedang dalam upaya menjual properti, baik rumah atau apartemen, pengiklanan properti tersebut secara luas memang cukup penting kaitannya untuk menjaring lebih banyak calon pembeli potensial. Meski demikian, siapa sangka bahwa iklan tersebut tidak hanya mungkin menarik peminat yang serius untuk membeli tetapi juga peminat yang serius untuk menggasak rumah Anda. Ya! Saat ini semakin menjamur sindikat perampok yang melakukan aksi kriminalitas dengan bermodus membeli properti yang akan dijual. Caranya sendiri sangat beragam! Ada yang melalui sms atau telepon meminta no.rekening, datang langsung untuk survey yang kemudian berakhir dengan penggasakan isi rumah, sampai pura-pura mengajak pemilik rumah keluar menemui notaris untuk kemudian dibius dan baru dirampok rumahnya.

Calon penjual properti bisa jadi terjebak dilema dalam hal ini. Apabila penjualan dilakukan dengan pemasaran yang diam-diam, bisa jadi properti akan lebih sulit terjual. Apabila iklan disebarluaskan kemana-mana, termasuk dengan memasang tulisan dijual pada properti, takut pula ia diserbu pelaku kriminal. Oleh karena itu, lakukan pengiklanan secara sewajarnya dan perhatikan tips-tips berikut ini yang bisa menghindarkan Anda sebagai penjual properti dari intaian kriminalitas.

Amankan Aset

Sikap preventif yang sebaiknya mulai Anda lakukan sebelum mulai memasarkan properti Anda ialah mengamankan aset-aset Anda di tempat yang aman. Bisa saja Anda simpan semua barang-barang berharga Anda di suatu ruangan khusus yang dikunci, menyimpannya di brankas, atau mungkin bagi yang memiliki lebih dari satu hunian, bisa juga disimpan di sana. Hal ini untuk meminimalisir kerugian apabila rumah Anda terpampang bahaya perampokan dari calon pembeli gadungan.

Waspadai Calon Pembeli

 

Calon pembeli, baik yang menghubungi melalui telepon atau pun yang mengunjungi langsung lokasi dengan alasan meninjau properti, sama-sama patut diwaspadai.

–       ­Via SMS/Telepon

Apabila Anda mengiklankan properti—terutama secara online—Anda harus siap untuk menanggapi berbagai sms dan telepon yang bernada minat untuk membeli. Nah, Anda harus bisa menanggapinya dengan cermat dan rasional. Jangan langsung mudah terbawa antusiasme bahwa properti yang Anda jual sangat laris menarik peminat! Dalam hal ini peminat yang menghubungi lewat telepon memang memiliki level kredibilitas lebih tinggi daripada yang melalui SMS—terutama yang langsung minta ditransfer/balik dihubungi. Namun, tetap pastikan bahwa Anda tidak memberi terlalu banyak detail informasi melalui telepon atau SMS. Apabila arah pembicaraan justru melantur dari pokok pembahasan, sebaiknya segera sudahi percakapan. Selanjutnya, cermati respon calon pembeli dan untuk meyakinkan sebaiknya Anda mengajak bertemu secara langsung.

–       Langsung

Untuk menemui calon pembeli rumah yang janjian untuk survei, ada baiknya apabila Anda berbincang terlebih dahulu di suatu tempat lain sebelum langsung ke rumah. Hal ini bisa memberi Anda lebih banyak waktu untuk mencermati calon pembeli, termasuk dengan latar belakang identitasnya—bisa dengan melihat kartu identitas—dan motivasinya tertarik membeli properti Anda. Selanjutnya, untuk mengantisipasi calon pembeli yang langsung saja datang mengunjungi lokasi properti, pastikan Anda tidak mudah membukakan pintu pada orang asing. Tips lain dalam menghadapi calon pembeli secara langsung ialah untuk tidak menemuinya seorang diri, terutama apabila Anda perempuan. Lalu, pastikan pula Anda tetap mawas diri dan sigap dengan berbagai kemungkinan, meski pun dengan tetap memasang gestur rileks dalam menjual properti Anda. Ingat untuk tidak secara terang-terangan memberi kesan tidak percaya calon pembeli karena hal ini justru akan berbalik membuat Anda yang dicurigai.